Penyakit HPV: Kenali Gejala, Jenis, Cara Penularan, Risiko Kanker, hingga Cara Mencegahnya
Human papillomavirus atau HPV merupakan salah satu infeksi virus yang sangat umum dan dapat menyerang siapa saja, baik pria maupun wanita. Menariknya, banyak orang yang terinfeksi HPV tidak mengetahui bahwa dirinya membawa virus tersebut karena infeksi sering kali tidak menimbulkan gejala. Sebagian besar infeksi HPV memang dapat dikendalikan oleh sistem kekebalan tubuh dan menghilang dengan sendirinya. Namun, sebagian jenis HPV dapat bertahan lebih lama di dalam tubuh. Infeksi yang menetap, terutama akibat HPV risiko tinggi, dapat menyebabkan perubahan sel yang pada akhirnya berkembang menjadi kanker. HPV juga tidak selalu identik dengan kanker. Beberapa jenis HPV justru lebih sering menyebabkan kutil kelamin, sementara jenis lainnya berhubungan dengan kanker serviks dan sejumlah kanker lain. Karena itu, memahami penyakit HPV bukan hanya soal mengenali benjolan atau kutil di area genital. Yang tidak kalah penting adalah mengetahui bagaimana virus menular, siapa yang berisiko, kapan perlu melakukan pemeriksaan, serta bagaimana vaksin HPV dapat membantu mencegah penyakit akibat virus tersebut.
Penyakit HPV Adalah Apa?
HPV adalah kelompok virus yang terdiri dari sekitar 200 jenis virus dan dapat menginfeksi kulit serta area genital, mulut, dan tenggorokan. HPV termasuk infeksi yang dapat ditularkan melalui kontak seksual. Seseorang dapat terinfeksi meskipun tidak mengalami gejala dan bahkan hanya pernah berhubungan seksual dengan satu pasangan. Tidak semua jenis HPV memiliki risiko yang sama. Secara sederhana, HPV dapat dibedakan menjadi:
- HPV risiko rendah, yang terutama dapat menyebabkan kutil kelamin.
- HPV risiko tinggi, yang dapat menyebabkan perubahan sel dan meningkatkan risiko beberapa jenis kanker apabila infeksinya menetap.
Dengan demikian, seseorang yang positif HPV tidak otomatis berarti dirinya menderita kanker. Justru, sebagian besar infeksi HPV dapat hilang atau dikendalikan oleh sistem kekebalan tubuh tanpa menyebabkan masalah kesehatan serius. WHO menyebut sekitar 90% infeksi HPV dapat dikendalikan tubuh secara alami.
Mengapa HPV Sering Tidak Disadari?
Salah satu karakteristik utama HPV adalah infeksinya sering berlangsung tanpa gejala. Seseorang dapat terlihat sehat, tidak mempunyai luka, tidak memiliki kutil, dan tidak merasakan keluhan apa pun, tetapi tetap dapat membawa virus. Bahkan, HPV dapat menular ketika orang yang terinfeksi tidak menunjukkan tanda-tanda apa pun. Inilah yang membuat HPV sulit dikenali hanya berdasarkan kondisi fisik. Tidak adanya kutil atau keluhan pada organ genital bukan berarti seseorang pasti bebas dari HPV.
Apa Saja Jenis HPV?
Ratusan tipe HPV memiliki karakteristik berbeda. Namun, dalam konteks kesehatan manusia, beberapa kelompok menjadi perhatian karena hubungannya dengan kutil dan kanker.
- HPV yang menyebabkan kutil kelamin
HPV tipe 6 dan 11 merupakan penyebab utama kutil anogenital. Kutil dapat muncul sebagai benjolan kecil, datar, menonjol, https://hackmd.openmole.org/) atau berkelompok menyerupai kembang kol. Jenis HPV ini umumnya dikategorikan sebagai risiko rendah terhadap kanker.
- HPV risiko tinggi
Beberapa tipe HPV dapat menyebabkan perubahan pada sel yang dalam jangka panjang berpotensi berkembang menjadi kanker. Tipe HPV 16 dan HPV 18 merupakan dua tipe yang sangat penting karena secara bersama-sama menyebabkan sebagian besar kasus kanker serviks yang berkaitan dengan HPV. Namun, HPV risiko tinggi tidak hanya berhubungan dengan kanker serviks. Virus ini juga dikaitkan dengan kanker:
- Anus.
- Penis.
- Vulva.
- Vagina.
- Orofaring atau bagian tertentu dari tenggorokan.
Ciri-Ciri Penyakit HPV yang Perlu Diketahui
Tidak ada satu ciri yang dapat digunakan untuk memastikan semua infeksi HPV. Pada banyak orang, HPV tidak menimbulkan gejala sama sekali. Jika gejala muncul, salah satu tanda yang paling mudah dikenali adalah kutil.
- Kutil akibat HPV dapat berbentuk:
- Benjolan kecil.
- Benjolan datar.
- Benjolan yang menonjol.
- Kumpulan benjolan.
- Pertumbuhan menyerupai kembang kol.
- Benjolan di sekitar genital atau anus.
Kutil dapat muncul pada vagina, penis, anus, atau area genital lainnya. Dalam kasus tertentu, kutil juga dapat ditemukan di area tenggorokan. Kutil kelamin umumnya bukan tanda kanker. Jenis HPV yang menyebabkan kutil berbeda dari tipe HPV yang paling sering menyebabkan kanker.
Apakah HPV Bisa Menular Tanpa Gejala?
Ya. Bahkan, kondisi tanpa gejala merupakan salah satu alasan mengapa HPV begitu umum. Seseorang mungkin tidak mengetahui dirinya terinfeksi, tetapi tetap dapat menularkan virus kepada pasangan. Situasi tersebut membuat pencegahan HPV tidak cukup hanya dengan menghindari orang yang terlihat memiliki kutil. Seseorang yang tampak sehat belum tentu bebas dari HPV.
Apakah HPV Sama dengan Kanker Serviks?
Tidak. HPV adalah virus, sedangkan kanker serviks merupakan salah satu penyakit yang dapat berkembang akibat infeksi HPV risiko tinggi yang menetap. Urutannya tidak sesederhana: HPV → langsung menjadi kanker. Pada sebagian besar orang, sistem kekebalan tubuh mampu mengendalikan infeksi. Masalah terjadi ketika jenis HPV risiko tinggi menetap dalam jangka panjang. Infeksi yang persisten dapat menyebabkan perubahan sel prakanker, yang kemudian berpotensi berkembang menjadi kanker jika tidak ditemukan dan ditangani. Proses tersebut biasanya berlangsung dalam waktu lama. WHO memperkirakan kanker serviks umumnya membutuhkan sekitar 15–20 tahun setelah infeksi HPV untuk berkembang. Karena prosesnya panjang, pencegahan dan deteksi dini memiliki peluang besar untuk mencegah kanker.
Cara Mengurangi Risiko Terinfeksi HPV
Tidak ada cara yang menjamin seseorang 100% terbebas dari HPV, tetapi beberapa langkah dapat membantu mengurangi risikonya.
- Mendapatkan vaksin HPV
Vaksinasi merupakan salah satu strategi utama untuk mencegah infeksi HPV dan kanker yang berkaitan dengan virus tersebut.
- Menggunakan kondom
Kondom dapat membantu mengurangi risiko penularan HPV, tetapi perlindungannya tidak sempurna karena tidak menutupi seluruh permukaan kulit genital.
- Melakukan skrining sesuai rekomendasi
Skrining penting terutama untuk mendeteksi perubahan prakanker pada serviks sebelum berkembang menjadi kanker.
- Tidak mengabaikan kutil atau benjolan genital
Benjolan di area genital tidak selalu disebabkan HPV. Namun, kondisi tersebut sebaiknya diperiksa agar penyebabnya dapat diketahui.
- Menghindari perilaku seksual berisiko
Mengurangi jumlah pasangan seksual dan membangun hubungan seksual yang lebih aman dapat membantu menurunkan kemungkinan terpapar HPV dan infeksi menular seksual lainnya.
Kesimpulan.
Penyakit HPV tidak selalu terlihat dan tidak selalu menyebabkan keluhan. Banyak orang dapat terinfeksi tanpa mengetahui dirinya membawa virus. Dalam sebagian besar kasus, tubuh mampu mengendalikan infeksi tersebut tanpa menimbulkan masalah jangka panjang. Namun, sebagian HPV risiko tinggi dapat menetap dan menyebabkan perubahan sel yang berpotensi berkembang menjadi kanker. Kanker serviks merupakan penyakit yang paling erat dikaitkan dengan HPV, tetapi virus ini juga berhubungan dengan kanker anus, penis, vulva, vagina, serta orofaring. Kabar baiknya, HPV-related cancer bukan sesuatu yang hanya bisa ditunggu. Vaksinasi HPV, perilaku seksual yang lebih aman, serta skrining kanker serviks merupakan langkah penting untuk mengurangi dampaknya. Jika menemukan kutil atau benjolan yang tidak biasa di area genital, jangan langsung menyimpulkan bahwa kondisi tersebut pasti HPV. Pemeriksaan tenaga kesehatan diperlukan untuk mengetahui penyebab sebenarnya. Dan bagi wanita yang sudah berada dalam kelompok usia skrining, jangan menunggu muncul gejala untuk melakukan pemeriksaan, karena perubahan prakanker akibat HPV sering kali tidak menimbulkan keluhan.